"REFLEKSI 1 JUNI HARI LAHIRNYA PANCASILA"
Oleh Naufal Nur Fadil
Setiap tanggal 1 Juni, masyarakat Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila sebagai salah satu momen penting dalam sejarah bangsa. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga ideologi dan pedoman hidup yang menjadi pemersatu seluruh rakyat Indonesia. Lahirnya Pancasila tidak dapat dipisahkan dari perjuangan para pendiri bangsa, terutama pidato yang disampaikan oleh Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945 dalam sidang BPUPKI. Pada saat itu, Indonesia sedang mempersiapkan kemerdekaan dan membutuhkan dasar negara yang mampu menyatukan masyarakat yang memiliki banyak perbedaan suku, budaya, agama, bahasa, dan adat istiadat.
Pancasila kemudian dirumuskan sebagai fondasi utama negara Indonesia. Lima sila yang terkandung di dalamnya memiliki makna yang sangat mendalam, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, serta Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Nilai-nilai tersebut bukan hanya sekadar tulisan dalam pembukaan UUD 1945, tetapi seharusnya menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Namun dibawah kepemimpinan prabowo-ghibran saat ini banyak sekali kejadian yang memang harus di pertanggungjawabkan, terutama terkait pendidikan. dari ke 5 sila pancasila yang ada, khususnya sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia juga menjadi tantangan besar dalam realita dibawah kepemimpinan prabowo-ghibran, Masih banyak masyarakat yang hidup dalam kondisi ekonomi sulit. Ketimpangan sosial masih terlihat jelas antara masyarakat di kota besar dan daerah terpencil. Di beberapa wilayah, akses pendidikan dan kesehatan masih terbatas. Tidak semua masyarakat dapat menikmati fasilitas yang sama, sehingga kesenjangan sosial masih menjadi persoalan yang perlu diperhatikan pemerintah.
Masalah pengangguran dan kemiskinan juga menjadi bukti bahwa nilai keadilan sosial belum sepenuhnya terwujud. Banyak lulusan sarjana muda yang kesulitan mendapatkan pekerjaan, sementara harga kebutuhan pokok terus meningkat. Di sisi lain, masih ada praktik korupsi yang merugikan negara dan masyarakat. Padahal, korupsi sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila karena dapat menghambat kesejahteraan rakyat serta merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Peringatan Hari Lahir Pancasila seharusnya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial setiap tahun. Lebih dari itu, pemerintah dan masyarakat perlu menjadikan Pancasila sebagai pedoman nyata dalam kehidupan sehari-hari. Menghargai pendapat orang lain, menjaga kerukunan antar sesama, bersikap adil, tidak melakukan diskriminasi, dan memiliki rasa peduli terhadap sesama merupakan bentuk sederhana pengamalan nilai Pancasila.
Pada akhirnya, 1 Juni bukan sekadar agenda tahunan atau tanggal merah di kalender. Hari Lahir Pancasila adalah momen untuk bercermin dan muhasabah diri: sudahkah kita bergerak demi keadilan? atau justru asyik dengan kenyamanan sendiri? Tantangan saat ini memang beda dengan zaman dulu, tapi solusinya tetap sama. Menjaga Indonesia tidak harus lewat hal-hal besar; cukup mulai dari cara kita peduli pada sesama, berani bersuara untuk kebenaran. karena pada akhirnya, masa depan bangsa ini tidak ditentukan oleh indahnya teks Pancasila, melainkan oleh aksi nyata kita hari ini.
