Bukan Sekadar Seremoni, Ini Makna Pelantikan bagi Pengurus Ormawa FAI UMJ
Sabtu, 05 September 2026
| Doc By Tim Supermedia |
Cirendeu, Supermedia — Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta (FAI UMJ) menggelar Stadium General yang dirangkaikan dengan Pelantikan Akbar Organisasi Mahasiswa (Ormawa) periode 2026–2027 di Aula KH. Mas Mansoer FAI UMJ, Rabu (2/9/2026). Selain menjadi momentum pengukuhan kepengurusan baru, pelantikan tersebut menjadi ruang bagi para pengurus untuk memaknai amanah dan tanggung jawab yang mereka emban selama satu periode ke depan.
Dengan tema “Sinergi Kebangsaan Guna Meningkatkan Kepemimpinan Mahasiswa yang Adaptif dan Berintegritas”, pelantikan menjadi awal bagi para pengurus Ormawa dalam menjalankan peran dan tanggung jawab organisasi. Ananda Rifqy, Wakil Gubernur BEM FAI UMJ periode 2026–2027, dan Al-Ghazali Chesta Adabi, Ketua Umum HMP HKI periode 2026–2027, turut menyampaikan pandangan mengenai makna pelantikan serta harapan mereka terhadap kepengurusan yang baru.
Wakil Gubernur FAI BEM UMJ menyampaikan bahwa pelantikan bukan
sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk penegasan kesiapan seluruh Ormawa
FAI dalam menjalankan tanggung jawab organisasi. Setiap lembaga diharapkan
mampu berpegang pada nilai-nilai dan aturan yang telah tercantum dalam AD/ART
masing-masing organisasi maupun BEM FAI.
“Pelantikan bukan hanya
seremonial, tetapi menjadi simbol bahwa seluruh Ormawa FAI telah menyatakan
kesiapan untuk menjalankan dasar-dasar serta nilai-nilai yang ada dalam AD/ART
lembaga masing-masing maupun BEM FAI,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Wakil
Gubernur BEM FAI berharap seluruh lembaga mahasiswa dapat terus berkembang dan
menghadirkan berbagai inovasi baru. Ia menekankan pentingnya membangun hubungan
yang harmonis antar organisasi agar dapat berjalan beriringan, saling
memberikan kontribusi, serta saling menguatkan dalam mencapai tujuan bersama.
Sementara itu, Ketua Umum HMP
HKI menyampaikan bahwa pelantikan memiliki makna besar sebagai proses pembelajaran
dalam menerima dan menjalankan sebuah amanah kepemimpinan. Menurutnya, amanah
merupakan tanggung jawab yang harus dijaga dengan baik karena tidak hanya
berkaitan dengan kehidupan organisasi di kampus, tetapi juga menjadi bekal
dalam kehidupan bermasyarakat.
“Pelantikan merupakan momen
untuk belajar bagaimana menerima dan menjalankan amanah. Sebab, amanah bukanlah
sesuatu yang mudah, melainkan tanggung jawab besar yang harus
dipertanggungjawabkan,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut,
Ketua Umum HKI juga memberikan pesan kepada jajaran Badan Pengurus Harian (BPH)
agar terus membangun komunikasi yang baik dan mengedepankan keterbukaan dalam
menjalankan organisasi. Menurutnya, kekompakan dan rasa saling memahami menjadi
faktor penting dalam menjaga kesatuan kepengurusan, terutama dalam menghadapi
dinamika mahasiswa yang memiliki beragam karakter dan pandangan.
Melalui pelantikan ini,
seluruh pengurus Ormawa FAI diharapkan mampu menjalankan amanah dengan penuh
tanggung jawab, memperkuat komunikasi antar lembaga, serta menciptakan
kolaborasi yang membawa perkembangan positif bagi organisasi mahasiswa di
lingkungan FAI.
Dengan demikian, makna pelantikan tidak berhenti pada prosesi pengucapan
janji dan pergantian kepengurusan. Amanah yang telah diterima menjadi tanggung
jawab yang perlu diwujudkan melalui kerja, kolaborasi, dan kontribusi nyata
bagi organisasi maupun masyarakat.
Reporter: MS
Penulis: MM