SUARA PERUBAHAN: Kreatif, Inovatif, Religius

Bukan Sekadar Seremoni, Ini Makna Pelantikan bagi Pengurus Ormawa FAI UMJ

 

Doc By Tim Supermedia

Cirendeu, Supermedia — Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta (FAI UMJ) menggelar Stadium General yang dirangkaikan dengan Pelantikan Akbar Organisasi Mahasiswa (Ormawa) periode 2026–2027 di Aula KH. Mas Mansoer FAI UMJ, Rabu (2/9/2026). Selain menjadi momentum pengukuhan kepengurusan baru, pelantikan tersebut menjadi ruang bagi para pengurus untuk memaknai amanah dan tanggung jawab yang mereka emban selama satu periode ke depan.

Dengan tema “Sinergi Kebangsaan Guna Meningkatkan Kepemimpinan Mahasiswa yang Adaptif dan Berintegritas”, pelantikan menjadi awal bagi para pengurus Ormawa dalam menjalankan peran dan tanggung jawab organisasi. Ananda Rifqy, Wakil Gubernur BEM FAI UMJ periode 2026–2027, dan Al-Ghazali Chesta Adabi, Ketua Umum HMP HKI periode 2026–2027, turut menyampaikan pandangan mengenai makna pelantikan serta harapan mereka terhadap kepengurusan yang baru.

Wakil Gubernur FAI  BEM UMJ menyampaikan bahwa pelantikan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk penegasan kesiapan seluruh Ormawa FAI dalam menjalankan tanggung jawab organisasi. Setiap lembaga diharapkan mampu berpegang pada nilai-nilai dan aturan yang telah tercantum dalam AD/ART masing-masing organisasi maupun BEM FAI.

“Pelantikan bukan hanya seremonial, tetapi menjadi simbol bahwa seluruh Ormawa FAI telah menyatakan kesiapan untuk menjalankan dasar-dasar serta nilai-nilai yang ada dalam AD/ART lembaga masing-masing maupun BEM FAI,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Wakil Gubernur BEM FAI berharap seluruh lembaga mahasiswa dapat terus berkembang dan menghadirkan berbagai inovasi baru. Ia menekankan pentingnya membangun hubungan yang harmonis antar organisasi agar dapat berjalan beriringan, saling memberikan kontribusi, serta saling menguatkan dalam mencapai tujuan bersama.

Sementara itu, Ketua Umum HMP HKI menyampaikan bahwa pelantikan memiliki makna besar sebagai proses pembelajaran dalam menerima dan menjalankan sebuah amanah kepemimpinan. Menurutnya, amanah merupakan tanggung jawab yang harus dijaga dengan baik karena tidak hanya berkaitan dengan kehidupan organisasi di kampus, tetapi juga menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat.

“Pelantikan merupakan momen untuk belajar bagaimana menerima dan menjalankan amanah. Sebab, amanah bukanlah sesuatu yang mudah, melainkan tanggung jawab besar yang harus dipertanggungjawabkan,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum HKI juga memberikan pesan kepada jajaran Badan Pengurus Harian (BPH) agar terus membangun komunikasi yang baik dan mengedepankan keterbukaan dalam menjalankan organisasi. Menurutnya, kekompakan dan rasa saling memahami menjadi faktor penting dalam menjaga kesatuan kepengurusan, terutama dalam menghadapi dinamika mahasiswa yang memiliki beragam karakter dan pandangan.

Melalui pelantikan ini, seluruh pengurus Ormawa FAI diharapkan mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, memperkuat komunikasi antar lembaga, serta menciptakan kolaborasi yang membawa perkembangan positif bagi organisasi mahasiswa di lingkungan FAI.

Dengan demikian, makna pelantikan tidak berhenti pada prosesi pengucapan janji dan pergantian kepengurusan. Amanah yang telah diterima menjadi tanggung jawab yang perlu diwujudkan melalui kerja, kolaborasi, dan kontribusi nyata bagi organisasi maupun masyarakat.


Reporter: MS
Penulis: MM